Thursday, July 02, 2009

Opung's Birthday



hari ini, tepat 2 juli 2009...
hari ulang tahun mendiang Opungku tercinta..
kalau dihitung.. mestinya Opung udah berusia 88 tahun..

Opung adalah mama dari Papaku tercinta
Opung yang orang Jawa Tengah lahir tahun 1921
beliau sekolah kebidanan
akhirnya lulus dengan cemerlang menjadi bidan..
bertemu dengan Opung (kakek) yang orang Batak.
berarti Papa adalah seorang Batak-Jawa. keren yaa..hehehe.. tegas namun lembut :)
Opung Doli (kakek dalam bahasa batak)adalah seorang Angkatan Laut.
mereka menikah,,, (aku nggak tahu tanggalnya kapan. tar tanya papa Aaahh..)
pada 9 maret 1957, anak pertama mereka, Lenny Dameria Sitompul lahir. disusul tahun berikutnya, 28 Mei 1958, anak kedua mereka yang juga putra pertama dan satu-satunya lahir, Herning Binzar Sitompul (papakuuuuu >.< ). beberapa tahun setelahnya, 8 mei 1965, anak bungsu mereka Irmajanti Sitompul lahir. indahnya suatu keluarga kecil bahagia dengan tiga orang anak lucu di dalamnya. tapi itu nggak berlangsung terlalu lama.. pada Desember 1977, Opung Doli mendahului Opung Boru (nenek dalam bahasa Batak) menuju Surga karena penyakit Leukimia. ini berarti, 32 tahun sudah Opung Boruku tercinta hidup tanpa pasangan. kalau aku nggak salah ingat dari cerita mama, tidak lama jarak yang ada dari diagnosa Leukimia itu keluar dan meninggalnya Opung Doli. hati Opung ternyata digores lagi dengan meninggalnya putri bungsunya pada 14 Februari 2003. karena penyakit komplikasi. Boru (cara aku menyebut adik perempuan papaku itu) adalah wanita yang sangat mandiri! beliau tidak menikah (atau mungkin belum) dan tinggal berdua Opung. Boru menjaga Opung dan selalu merawat Opung. yang selalu membekas dalam ingatanku adalah, Boru selalu mengumpulkan resep-resep dari majalah dan tabloid wanita, dan sring mengujicobakannya lantas memberikannya pada kami keponakannya (total cucu Opung ada 5 orang. dan semuanya adalah perempuan yang cantik-cantik dan manis-manis. hehe). satu resep yang jadi favoritku adalah pisang goreng manis dengan taburan susu, keju, coklat yang sangaaattt enaakk! itu pertama kalinya aku jadi suka makan pisang goreng. bahkan, aku yang tidak terlalu akrab dengan boru smapai berani minta tambah lagi padanya! hehehheheee lagi, boru dan opung selalu memberikan hadiah-hadian yang unik. aku ingat boru dan opung membelikan barang-barang daur ulang yang cantik. seperti tas, buku, dan sebagainya. aku ingat betul bagaimana sedihnya Opung dengan keprgian putri bungsunya yang menghabiskan hidupnya berdua Opung. boru bisa dikatakan anak opung yang paling dekat dengan Opung. Opung adalah wanita yang sangat sehat! giginya lengkap, putih sempurna! tidak ada satupun yang tanggal! kulitnya pun halus, mulus, tak ada noda apapun! benar-benar khas gadis baik-baik dan lemah lembut yang merawat dirinya dengan telaten. bahkan, beliau tidak pikun! hanya pendengarannya saja yang agak berkurang. tulangnya juga baik, karena beliau selalu minum susu tiap pagi! bayangkan, nenek berusia 80 tahun lebih mampu membaca novel Harry Potter and The Goblet of Fire dalam waktu semingguan??
hehehehee. banyak juga novel-novel 4 sekawan, 5 sekawan, dan STOP yang rutin dibaca Opung!
i'm amazed! aku pun mulai baca novel-novel itu karena Opung yang mengenalkannya padaku.
Opung juga aktif baca koran tiap hari.
bahkan, di tiap ulangtahun kami, Opung tidak pernah absen untuk menelepon kami tiap pagi atau siang dari rumahnya untuk mengucapkan 'selamat ulang tahun'!!!
bayangkan beliau dengan tongkat berkaki tiganya berjalan perlahan ke tempat telepon dan menekan tiap angka yang dibacanya. Opung punya catatan sendiri lho. rapi sekali. yang berisi nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor telepon kami keluarganya, dan kerabatnya.
opung bahkan bisa minum arak Bali, dan Brem Bali (yang aku TIDAK bisa...wow). beliau juga masih sanggup menghabiskan Es krim satu gelas tinggi di Zangrandi, dan banyak lagi!
jadi.. kondisi fisik dan mental opungku sangat LUAR BIASA!

-------------------------------------------------------------------------------------
17 Februari 2009. sekitar jam 9-10 malam, tante Lenny (kakak papaku) menelepon papa untuk segera datang ke rumah karena Opung sakit. tak seperti biasanya, kali ini papaku sangat bergegas. aku yang sedang berada di kampus untuk mengerjakan sesuatu diSMS oleh adikku untuk berdoa, karena keadaan Opung sedang tidak baik.
aku merasa nggak enak dan segera pulang.
berbeda dengan kebiasaanku selama ini, kali ini aku menunggui papa sampai pulang walaupun sambil terkantuk-kantuk. ada yang mengganjal pikiranku. bahkan, aku berkali-kali SMS papa. biasanya, aku hanya SMS papa beberapa kali, menanyakan beliau akan pulang jam berapa, apakah beliau bawa kunci rumah atau tidak. begitu papa menjawab kalau beliau bawa kunci rumah, aku biasanya beraktivitas seperti biasa dan tidur karena sudah ngantuk.
tapi tidak hari itu.
papa pulang sekitar jam 4 subuh.

18 Februari 2009... siang, sekitar jam 10. aku sedang di kantin kampus dengan teman-teman. tiba-tiba mama menelepon dengan nada yang cukup tergesa-gesa memintaku dan adik-adik segera pulang.
aku tanya 'kenapa, Ma?'
jawaban mama membuat aku tidak pakai berpikir lagi dan langsung lari mencari adik-adikku, "opung meninggal.."
-------------------------------------------------------------------------------------

banyak hal yang ingin Opung lakukan. beliau ingin naik kereta kelinci, ingin nonton Star Trek lagi, masih ingin beli sepatu yang cakep untuk ke gereja. kaki Opung yang bengkak sebelah menyulitkannya dalam membeli sepatu.
namun banyak hal yang belum terlaksana....

Opung Boru benar-benar setia dan hanya mencintai Opung Doli sebagai suaminya. beliau melewati hari-harinya sebagai janda tanpa pernah mengeluh. walaupun beliau sadar beliau sudah cukup lanjut, namun sedapat mungkin Opung tidak mau merepotkan orang lain! hey, Opungku masih sanggup mandi sendiri di kamar mandi! bahkan Opung mencuci pakaian dalamnya sendiri..!
i couldn't imagine those things!
aku nggak yakin aku bisa setangguh Opungku!

yang membuat aku sedih adalah... di pertemuan terakhir kami, yaitu saat perayaan ulang tahunku, aku malah bersikap tidak bersahabat pada Opung,.,, itu karena masalah pemilihan tempat untuk makan-makan. mereka menyuruh aku memilih, tapi saat aku sudah memilih, Papa malah memarahi aku karena lokasinya agak menyusahkan buat Opung beralan. aku menggerutu dan tidak ramah pada Opung! padahal selama ini, aku adalah cucu Opung yang paling doyan bermain-main dengan Opung! aku paling usil dan sering mengajak Opung iseng bareng...
i wish i knew, it was our last meeting....


hari ini.. di hari ulang tahun beliau ke-88 yang tak sempat beliau alami, aku hanya berharap, aku dapat hidup sebaik Opungku.
Thanks God..
for giving me such a great Grandmother in my 21 years life!