Monday, February 23, 2015

IAMSHERLOCKED

Saat ini saya sedang (lagi) menggilai serial Sherlock. I know i'm a bit late. 
Sebagai penggila detective (komik, kartun, anime, novel, serial, dll), tentunya serial ini ngga boleh terlewatkan. Seharusnya. Namun apa mau dikata kalau saya disibukkan dengan serial penunjang detektif lainnya. Huehhee..

"I believe in love at the first episode" 
And i am. I'm in love dengan karakter Sherlock Holmes yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch ini. Benedict bukan aktor fave saya. Tapi asli, di serial ini, he got my heart! Menurut saya sih jauuhh lebih oke daripada Sherlock nya RDJ -no offense to RDJ fans- and again, Sherlock Holmes layar lebar agak aneh menurut saya. Everybody's british except the Sherlock himself! Why? Mengapa? Emangnya ngga ada aktor British lain yang mumpuni kah untuk jadi Sherlock?

Oh, leave that behind. Ok, back to topic. Serial Sherlock ini IMO sangat menarik untuk diikuti. Episode to episode, scene to scene. Cool dan ngasalnya Sherlock dipaparkan dengan apik oleh Benedict. Martin Freeman pun memberi warna tersendiri sebagai Watson. Tbh, Martin Freeman membuat Watson nampak lebih clumsy daripada Jude Law. CMIIW. 




Ok, sekarang saya sedang degdegserr nungguin season4nya. Come on! Dan selagi itu, nampaknya sekarang waktu yang tepat untuk menyelesaikan 3 novel yang sudah nangkring ini. Sherlock Holmes, Holmes VS Lupin, dan Holmes and the Woman.

Sunday, December 28, 2014

Merry Christmas 2014!!

Christmas always be that one time of the year. That we wait for, we long for, etc. 
so does to me :) I love Christmas day. Tbh, more of the holiday which I could spend day ffs with my family, boyfriend, friends etc.

Anyhow, just stop by to greet you, Merry Christmas!!!

Eva tarida. Evatarida. @evatarida with my home sweet home christmas tree

Saturday, November 29, 2014

Our 8th Anniversary

It is a late post. About me and my boyfriend celebrating our 8th anniversary being together.
So many ups and downs happen. But that's life. And that's love :)
  Photo: Eva and Rama. Photo by: eva tarida. Evatarida.blogspot.com. @evatarida

Our 8th anniversary.
Since September 14th until now. 

Wednesday, November 19, 2014

Watch Out for Your Statement

Ada pelajaran menarik untuk saya dari kegiatan saya kemarin malam di depan TV.

Jadi, kemarin (18 November 2014) saya nonton Indonesia Lawak Klub (ILK). Seperti Biasa.
Topiknya aktual, tentang kenaikan BBM.
Pembahasan seperti biasa, sarat humor, ringan, menarik.
Ada pro-kontra seperti episode-episode sebelumnya.

Yang menarik adalah saat Ronal Surapraja mulai mengurarakan pendapatnya.
Dia berada di posisi pro. Apa yang dia utarakan pada awalnya masih biasa-biasa saja. Sampai pada saat dia berkata seperti ini (kurang-lebihnya)
"...kalau perusahaan yang bangkrut, yang rugi ya kan cuma ownernya dan pegawai-pegawainya yang diberhentikan. Tapi coba pikir kalau negara yang bangkrut? .... Mulailah berpikir sebagai bangsa..."

Ini langsung membuat saya melongo... Langsung beberapa pertanyaan menyeruak..
Siapa yang buat script ini? Siapa yang approve statement Ronal barusan? Apakah Ronal sebagai eksekutor yang membacakan tidak melakukan reading-proof? Apakah Ronal sendiri yang membuat script tersebut?

Sebagai seorang pelaku peran, dalam hal ini panelis di ILK, Ronal sadar kan, kalau segala polah dan ucapannya akan dibroadcast oleh TV Nasional di acara yang saat ini sedang banyak penggemarnya (termasuk saya).
Terlepas dari dia sangat pro dalam realita terhadap kebijakan ataupun pembuat kebijakannya, akan lebih bijak deh, statement kerdil barusan tidak dilontarkan. Atau mencari cara menyampaikan yang baik.

Dengan mengecilkan tingkat kerugian yang dialami pengusaha vs negara, ya itu tidak bijak. Coba bayangkan saja kalau perusahaan yang harus gulung tikar adalah perusahaan padat karya? Buat seorang Ronal, kenaikan harga 2ribu rupiah mungkin tidak berarti apa-apa. Apalagi dengan plan (rencana) pengalihan subsidi itu ke pos-pos lain. Mungkin dia menganggap keputusan ini adalah keputusan luarrr biasa (yang mana saat dilakukan pemerintah2 sebelumnya ditentang habis, instead of dipuja-puja seperti sekarang). Atau mungkin seorang Ronal beranggapan, kalau masyarakat Indonesia sudah biasa susah? Mungkin lho ya. 
Seorang OB, yang kerjaannya melaksanakan apa yang disuruh seluruh orang lain dengan jabatan lebih tinggi di kantor, bisa jadi gaji ya emang kecil. Belum lagi kalau dia outsorcing. Tapi gaji kecil itu adalah apa yang dia miliki untuk bertahan hidup hari per hari. Bahkan mungkin juga untuk menopang hidup istri dan anaknya.

So, once again, omongan Ronal Surapraja benar-benar ga bijak. And saran saya, siapapun pembuat script tersebut, kudu bisa lebih tahu keadaan deh. Dan siapapun yang akan membawakannya, juga bisa melakukan reading-proof supaya ngga sembarangan berstatement di TV Nasional, di acara yang lagi Hip.

***This is my thought, my opinion.

Sunday, October 19, 2014

Our Old Man

 I just browse through 9gag, like I always do daily. And I read a post. About a grown-up boy just started college outtown. He only spent weekend at his house. A short story about he and his dad.
Please read: 



It hits me, when I remembered H-1 before my flight back to Jkt, dad suddenly said with a very small and calm tone "well.. Eva is back to jkt again tomorrow" and I just let out a little laugh and we talked about anything else.

 Then, the next day, he took a half day off of his work just to got in the car and together with my mom and sister drove me to the airport. 

Many beautiful poems and songs about Mom. As long as I can remember, not that much about Dad.

And dad, as strong as he is, he would always love to hug us dearly on his arms. He might never said it out and expressed it out like mom does, but all those things we never realized were there at the time wee need, because he provideds it to us.

You're getting old and older, but your love to us remains the same. 

Daddy, the daughter's first love. ❤️ 


Thursday, September 25, 2014

Jungkir Balik Dunia Kita

Hari ini, agak sore gitu, ada kejutan kecil.
Ada yang kehilangan komputer jinjing. Dua orang sekaligus.
Ceritanya, mereka meeting di salah satu mall. Mereka parkir mobilnya di basement, dan taruh tas berisi komputer jinjing mereka itu di dalam mobil. Singkat cerita, saat mau balik, lubang kunci mobil sudah rusak. Dan dua buah tas mereka raib.

Kisah semacam itu mungkin sudah sering kita dengar. Bukan hal baru, lah. Hanya saja, berhubung yang mengalami teman sendiri, otomatis, pada banyak yang pingin tahu gimana kronologisnya. Ditambah pula, dua orang ini pun sudah diberi "siraman sore" dan kena sanksi dari perusahaan mereka akibat lalai menjaga property perusahaan. Cukup strict sih yah untuk masalah ini.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Dalam hal ini, dua orang teman saya ini jelas-jelas korban. Tapi kenapa mereka malah dimarahi? Okelah untuk sanksi perusahaan, memang sudah jadi aturan perusahaan. Benar-salah bisa bervariasi bergantung dari lokasi kita saat itu. Ibarat pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Nah, kembali ke topik. Sebagai korban pencurian, yang jelas-jelas mengakibatkan kerugian baik perusahaan maupun pribadi, mengapa mereka dimarahi? Teledor? Teledor kenapa? Bukannya itu tas mereka sendiri? Yang ditaruh di dalam kendaraan mereka sendiri? Yang sudah dikunci dan di parkir di tempat parkir resmi berbayar di dalam gedung? Di mana teledornya?

Pertanyaan lain datang "emang mereka naruhnya di mana?" Ya di dalam mobil lah. "Iya, di mananya mobil? Posisinya?" Ditaruh di kursi di dalam mobil. "Naahh! Itu dia! Harusnya, taruh di kolong atau di belakang, kalau ada yang bisa dipakai untuk menutupi, ya ditutupin! Gitu!" 
Makin menarik nih, pikir saya. Kenapa kita harus setengah mati menyembunyikan barang kita sendiri yang kita simpan di tempat kita sendiri??

Beginilah menurut saya Jungkir Balik Dunia Kita.. (Cieehhh). 

Kalau begitu, hal serupa akan diterapkan begini, kenapa kok kamu bisa kehilangan Laptop dan handphone? Emang kamu taruh mana? Lalu dijawab, saya taruh di meja, dalam kamar tidur saya di rumah. Komentar berlanjut, "wah, harusnya kamu jangan sembarangan taruh di meja" 
Lah! Itu di meja, di dalam kamar tidur saya, di rumah saya sendiri?? Masa ya, saya tetap dibilang teledor??.

Teledor itu, kalau saya jalan-jalan di mall, saya mampir ke suatu toko baju, saya taruh handphone di satu sudut karena ingin bercermin, mencoba baju, lalu saya jalan aja lanjut ke toko lain, dan baru sadar saat pulang. Nah, itu teledor. Saya kehilangan barang karena kesalahan bodoh saya. Tapi kalau kecopetan, kecurian, kerampokan, diperkosa.....??! Saya sih objek penderita! Bukan pelaku!

Kenapa korban malah dipersalahkan?

A. Kasus pemerkosaan. -- makanya, hati-hati kalau di jalan. Jangan pulang malam-malam. Jangan lewat gang sempit. Jangan pakai pakaian yang menggoda.
B. Kasus penjambretan. -- makanya, hati-hati kalau di jalan. Jangan lewat gang sempit, rawan. Jangan pakai perhiasan berlebihan. Jangan pamer.
C. Kasus pencurian barang. -- makanya, jangan salah taruh. Jangan sembarangan simpan barang. Jangan memberi kesempatan. Sembunyikan baranagnya. Bawa selalu barangnya, jangan ditinggal.
D. Dll
E. Dll
Lama-lama, ntar kalau terjadi perampokan, yah salah kita sendiri punya rumah! Salah kita sendiri punya kendaraan. Salah sendiri punya barang! Kasus penjambretan, ya suruh siapa pakai perhiasan? Suruh siapa jalan-jalan, suruh siapa LO HIDUP?!! Ya, kan???

Walaupun rumah seseorang saat itu sedang tidak dikunci, bukannya emang tidak boleh sembarangan masuk rumah orang? Kenapa jadi pemilik rumah yang salah karena ngga kunci pintu?
Walaupun ada dompet tergeletak di sebuah meja, bukan berarti bisa langsung diambil dan diclaim jadi milik sendiri, kan. Saya aja, nemu duit jatuh di lantai di suatu minimarket, saya serahkan ke kasir. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Untuk yang pernah dengar, kisah nabi Musa, saat dia mendapatkan dua loh batu berisi 10 perintah Allah, di situ jelas-jelas, "Jangan" itu dipakai untuk memperingati para pelaku! Bukan korban!
Jangan Mencuri
Jangan Berdusta
Jangan Membunuh
Jangan Mengingini Milik Sesamamu.
Dll...


Jelas, kan. 
Tapi sekarang semua sudah terbalik. Yang ada sekarang semua menyuruh orang bersiap-siap, jangan sampai jadi korban. Kenapa tidak kembali lagi ke masa lalu, dan menyuruh orang untuk jangan sampai jadi pelaku!

Sampai-sampai, tagline terkenal dari sebuah acara krimina
 Di televisi beberapa tahun lalu menggembar-gemborkan pada kita kalau kejahatan ada karena ada kesempatan. Kesempatan apa?siapa yang kasih kesempatan? Kenapa dianggap kesempatan? Sejak kapan dianggap kesempatan? 

Kapan yah, kalimat "Waspadalah terhadap Kejahatan" bisa berubah jadi "Waspadalah Jangan Jadi Penjahat" 

Aih...



Friday, June 27, 2014

Forgiven, but May never be Forgotten

"Biar Pesek Asal Selamat! Hahaha" 
teriakan jenaka yang dilontarkan seorang komedian saat membela diri terhadap ejekan yang diberikan rekan sejawatnya tentang hidung peseknya. Becanda tentunya.
Candaan ini lantas tetiba menjadi perhatianku. Bukan karena hidung pesek sang komedian, tentunya.
Tapi aku ingat lagi kalau semalam ada acara debat guyonan yang lagi hits banget, ILK alias Indonesia Lawak Klub yang membahas mengenai Perselingkuhan Pria.

Apa hubungannya?

Nah, salah satu panelis komedian di sana mengungkapkan salah satu alasan pria berselingkuh... Okay, here we go... Dia bilang, salah satu alasan pria berselingkuh adalah 'Karena pria tersebut tidak mendapatkan apa yang diinginkannya di isterinya' tadaaa.. Apa itu? Rupanya yang dimaksud adalah simply seperti ini.. Mungkin, dulunya sang pria sangat suka cewek berdada besar (ehm), tapi rupanya end up, settle down dengan istrinya yang dadanya standard, atau mungkin cenderung kecil. Sehingga, saat di luar sana ada perempuan berdada besar yang 'menggelitik' bisa jadi pemicu perselingkuhan.
Bisa juga, mungkin sukanya sama cewek yang putih dan mancung, tapi istrinya kulitnya coklat, dan hidungnya pesek.

Nah...

Di situ letak hubungannya.

Menjengkelkan, ya.. Menurut saya, semua alasan mengapa pria/perempuan selingkuh itu SALAH. CAPITAL LETTERS! Kenapa? Ya simply karena perselingkuhan itu bukan jalan keluar. Itu adalah langkah kepanikan dan kebodohan. Di mana pasti akan menimbulkan banyak korban. Para pelaku perselingkuhan mungkin akan selesai saat kata 'selesai' dikumandangkan. Tapi korban dari persleingkuhan itu... Euuhhh.. Sakitnya tuuuhhhh! Ngga akan pernah bisa hilang. Forgiven, but may never be forgotten. Kecuali sekali waktu kena amnesia. 

Ngobrolin hal selingkuh itu sangat menyakitkan. Hanya mendengar kasus yang terjadi saja, selalu bikin hati miris, mata pedis, bibir meringis. 

Sudahlah...