Sunday, October 19, 2014

Our Old Man

 I just browse through 9gag, like I always do daily. And I read a post. About a grown-up boy just started college outtown. He only spent weekend at his house. A short story about he and his dad.
Please read: 



It hits me, when I remembered H-1 before my flight back to Jkt, dad suddenly said with a very small and calm tone "well.. Eva is back to jkt again tomorrow" and I just let out a little laugh and we talked about anything else.

 Then, the next day, he took a half day off of his work just to got in the car and together with my mom and sister drove me to the airport. 

Many beautiful poems and songs about Mom. As long as I can remember, not that much about Dad.

And dad, as strong as he is, he would always love to hug us dearly on his arms. He might never said it out and expressed it out like mom does, but all those things we never realized were there at the time wee need, because he provideds it to us.

You're getting old and older, but your love to us remains the same. 

Daddy, the daughter's first love. ❤️ 


Thursday, September 25, 2014

Jungkir Balik Dunia Kita

Hari ini, agak sore gitu, ada kejutan kecil.
Ada yang kehilangan komputer jinjing. Dua orang sekaligus.
Ceritanya, mereka meeting di salah satu mall. Mereka parkir mobilnya di basement, dan taruh tas berisi komputer jinjing mereka itu di dalam mobil. Singkat cerita, saat mau balik, lubang kunci mobil sudah rusak. Dan dua buah tas mereka raib.

Kisah semacam itu mungkin sudah sering kita dengar. Bukan hal baru, lah. Hanya saja, berhubung yang mengalami teman sendiri, otomatis, pada banyak yang pingin tahu gimana kronologisnya. Ditambah pula, dua orang ini pun sudah diberi "siraman sore" dan kena sanksi dari perusahaan mereka akibat lalai menjaga property perusahaan. Cukup strict sih yah untuk masalah ini.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Dalam hal ini, dua orang teman saya ini jelas-jelas korban. Tapi kenapa mereka malah dimarahi? Okelah untuk sanksi perusahaan, memang sudah jadi aturan perusahaan. Benar-salah bisa bervariasi bergantung dari lokasi kita saat itu. Ibarat pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Nah, kembali ke topik. Sebagai korban pencurian, yang jelas-jelas mengakibatkan kerugian baik perusahaan maupun pribadi, mengapa mereka dimarahi? Teledor? Teledor kenapa? Bukannya itu tas mereka sendiri? Yang ditaruh di dalam kendaraan mereka sendiri? Yang sudah dikunci dan di parkir di tempat parkir resmi berbayar di dalam gedung? Di mana teledornya?

Pertanyaan lain datang "emang mereka naruhnya di mana?" Ya di dalam mobil lah. "Iya, di mananya mobil? Posisinya?" Ditaruh di kursi di dalam mobil. "Naahh! Itu dia! Harusnya, taruh di kolong atau di belakang, kalau ada yang bisa dipakai untuk menutupi, ya ditutupin! Gitu!" 
Makin menarik nih, pikir saya. Kenapa kita harus setengah mati menyembunyikan barang kita sendiri yang kita simpan di tempat kita sendiri??

Beginilah menurut saya Jungkir Balik Dunia Kita.. (Cieehhh). 

Kalau begitu, hal serupa akan diterapkan begini, kenapa kok kamu bisa kehilangan Laptop dan handphone? Emang kamu taruh mana? Lalu dijawab, saya taruh di meja, dalam kamar tidur saya di rumah. Komentar berlanjut, "wah, harusnya kamu jangan sembarangan taruh di meja" 
Lah! Itu di meja, di dalam kamar tidur saya, di rumah saya sendiri?? Masa ya, saya tetap dibilang teledor??.

Teledor itu, kalau saya jalan-jalan di mall, saya mampir ke suatu toko baju, saya taruh handphone di satu sudut karena ingin bercermin, mencoba baju, lalu saya jalan aja lanjut ke toko lain, dan baru sadar saat pulang. Nah, itu teledor. Saya kehilangan barang karena kesalahan bodoh saya. Tapi kalau kecopetan, kecurian, kerampokan, diperkosa.....??! Saya sih objek penderita! Bukan pelaku!

Kenapa korban malah dipersalahkan?

A. Kasus pemerkosaan. -- makanya, hati-hati kalau di jalan. Jangan pulang malam-malam. Jangan lewat gang sempit. Jangan pakai pakaian yang menggoda.
B. Kasus penjambretan. -- makanya, hati-hati kalau di jalan. Jangan lewat gang sempit, rawan. Jangan pakai perhiasan berlebihan. Jangan pamer.
C. Kasus pencurian barang. -- makanya, jangan salah taruh. Jangan sembarangan simpan barang. Jangan memberi kesempatan. Sembunyikan baranagnya. Bawa selalu barangnya, jangan ditinggal.
D. Dll
E. Dll
Lama-lama, ntar kalau terjadi perampokan, yah salah kita sendiri punya rumah! Salah kita sendiri punya kendaraan. Salah sendiri punya barang! Kasus penjambretan, ya suruh siapa pakai perhiasan? Suruh siapa jalan-jalan, suruh siapa LO HIDUP?!! Ya, kan???

Walaupun rumah seseorang saat itu sedang tidak dikunci, bukannya emang tidak boleh sembarangan masuk rumah orang? Kenapa jadi pemilik rumah yang salah karena ngga kunci pintu?
Walaupun ada dompet tergeletak di sebuah meja, bukan berarti bisa langsung diambil dan diclaim jadi milik sendiri, kan. Saya aja, nemu duit jatuh di lantai di suatu minimarket, saya serahkan ke kasir. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Untuk yang pernah dengar, kisah nabi Musa, saat dia mendapatkan dua loh batu berisi 10 perintah Allah, di situ jelas-jelas, "Jangan" itu dipakai untuk memperingati para pelaku! Bukan korban!
Jangan Mencuri
Jangan Berdusta
Jangan Membunuh
Jangan Mengingini Milik Sesamamu.
Dll...


Jelas, kan. 
Tapi sekarang semua sudah terbalik. Yang ada sekarang semua menyuruh orang bersiap-siap, jangan sampai jadi korban. Kenapa tidak kembali lagi ke masa lalu, dan menyuruh orang untuk jangan sampai jadi pelaku!

Sampai-sampai, tagline terkenal dari sebuah acara krimina
 Di televisi beberapa tahun lalu menggembar-gemborkan pada kita kalau kejahatan ada karena ada kesempatan. Kesempatan apa?siapa yang kasih kesempatan? Kenapa dianggap kesempatan? Sejak kapan dianggap kesempatan? 

Kapan yah, kalimat "Waspadalah terhadap Kejahatan" bisa berubah jadi "Waspadalah Jangan Jadi Penjahat" 

Aih...



Friday, June 27, 2014

Forgiven, but May never be Forgotten

"Biar Pesek Asal Selamat! Hahaha" 
teriakan jenaka yang dilontarkan seorang komedian saat membela diri terhadap ejekan yang diberikan rekan sejawatnya tentang hidung peseknya. Becanda tentunya.
Candaan ini lantas tetiba menjadi perhatianku. Bukan karena hidung pesek sang komedian, tentunya.
Tapi aku ingat lagi kalau semalam ada acara debat guyonan yang lagi hits banget, ILK alias Indonesia Lawak Klub yang membahas mengenai Perselingkuhan Pria.

Apa hubungannya?

Nah, salah satu panelis komedian di sana mengungkapkan salah satu alasan pria berselingkuh... Okay, here we go... Dia bilang, salah satu alasan pria berselingkuh adalah 'Karena pria tersebut tidak mendapatkan apa yang diinginkannya di isterinya' tadaaa.. Apa itu? Rupanya yang dimaksud adalah simply seperti ini.. Mungkin, dulunya sang pria sangat suka cewek berdada besar (ehm), tapi rupanya end up, settle down dengan istrinya yang dadanya standard, atau mungkin cenderung kecil. Sehingga, saat di luar sana ada perempuan berdada besar yang 'menggelitik' bisa jadi pemicu perselingkuhan.
Bisa juga, mungkin sukanya sama cewek yang putih dan mancung, tapi istrinya kulitnya coklat, dan hidungnya pesek.

Nah...

Di situ letak hubungannya.

Menjengkelkan, ya.. Menurut saya, semua alasan mengapa pria/perempuan selingkuh itu SALAH. CAPITAL LETTERS! Kenapa? Ya simply karena perselingkuhan itu bukan jalan keluar. Itu adalah langkah kepanikan dan kebodohan. Di mana pasti akan menimbulkan banyak korban. Para pelaku perselingkuhan mungkin akan selesai saat kata 'selesai' dikumandangkan. Tapi korban dari persleingkuhan itu... Euuhhh.. Sakitnya tuuuhhhh! Ngga akan pernah bisa hilang. Forgiven, but may never be forgotten. Kecuali sekali waktu kena amnesia. 

Ngobrolin hal selingkuh itu sangat menyakitkan. Hanya mendengar kasus yang terjadi saja, selalu bikin hati miris, mata pedis, bibir meringis. 

Sudahlah...

Wednesday, June 18, 2014

Saat Cinta Masih Kurang

Saya sudah 7 tahun lebih pacaran dengan pacar saya yang sekarang ini. Sebelumnya, saya belum pernah punya pacar. Jadi ya ini pertama kali pacaran. Hahaha. 
Kami pacaran sejak kuliah. Kuliah itu 4tahun. Itu bisa dianggap pre-serius. Jadi yang bener-bener bener itu saya hitung setelah lulus kuliah dan bekerja.. Haha.. 
Hal naik-turun, kiri-kanan sudah cukup banyak kami lalui. Wong sudah 7tahun lebih kok. Uhuy.

Pertanyaan klise macam "ngga bosen ta?" "Kapan nikah?" "Udah ngapain aja nih hihihhii?" Sudah terlalu sering didengar sampe-sampe njawabnya cukup dengan nyengir! Hahaha..

Ngga bosen ta? -- tahap bosan sudah dilalui. Ngga tahu juga akan ada berapa kali fase bosan itu muncul di kehidupan. Tapi itu wajar. Yang penting, gimana ngatasinnya aja. Simpel. Dilakukan aja dulu. Haha..

Kapan nikah? -- jujur sih belum benar-benar kepingin nikah. Entah kenapa. Ngobrolin sih sudah. Tapi cuma sebatas 'enaknya meritnya outdoor ya?' 'Ntar nikah di mana ya? Jakarta, surabaya, atau yang jauh sekalian?' 'Pokoknya nanti ngga pake adat-adatan ya!' Gitu aja sih. Dan ngga berlanjut sampai ke pembahasan lebih serius.

Udah ngapain aja nih hihihi? -- asli ini salah satu hal paling membosankan selain pertanyaan kapan nikah. Ya pasti sudah ngapa-ngapain lah.. Masa pacaran cuma lihat-lihatan?? Kami sih sudah sampe Belitung doong! Diving, main pasir, dll. Beli ikan di Kupang, NTT. Kebakar matahari di bali. Jadi serasa bang Toyin di Jogja. Nontonin hal yang seru sampe nggak jelas. Standby di stadion bola, dll. Kenapa?? Ngarep jawaban jorok ya??? Hahahaa.. Otaknya sih pasti ke sono mulu...


Nah. Jadi.. Adik saya bentar lagi nikah. Semua pada ngecengin "waah disalip adiknya niih" "waduh gimana ini mas Rama, ngga dilamar?" Dan sejenisnya. Orang lain mungkin merasa nggak enak kalo kena sindiran cantik kaya gitu. Tapi saya tenang-tenang aja.. Lha wong saya ini ya, kalau aja ya yang namanya Samen Leven itu diperbolehkan agama dan negara, pasti ya saya sudah samen leven aja deh.
Ngebayangin nikah itu ruwet. Nggak bebas yang pasti. Iya kan. Sesudah menyandang gelar 'nyonya' kita nggak boleh sembarangan lho. Harus tahu diri. Ya sekarang tahu diri juga sih, tapi kan kalo sudah nyonya itu lain lagi urusannya. Gitu lho.

Di lain pihak, ada yang nanya juga "adekmu bukannya pacarannya baru bentar ya? Kok uda nikah aja?" Lah.. Tadi saya ditanyain kapan nikah, sekarang ada yang mau menjalani salah satu tahap itu malah ditanyain lagi. Apa maunya??
Ya saya simple aja bilang, ya kalau emang sudah siap. Keduanya sudah mau, kedua pihak sudah setuju, ya tunggu apalagi? Toh bukan juga abru seminggu pacarannya. Sudah setahun lebih. Apa sudah 2 tahun ya? Haha.. Lupa. 

Ada teman yang pacaran 10 tahun.. Mereka pacaran sejak SMP. Eeh pas kerja, putus.. Nah habis putus, yang cewek beda setahun udah merit, sekarang lagi mau punya anak. Yang mantan cowoknya, bentar lagi nikah.. So, yang namanya jodoh ngga ada yang tahu. 
Teman saya bahkan dalam jangka waktu setahun bisa kenalan, pacaran, lamaran, nikah. Hayoo.. Sekarang sudah punya anak. Dan so far mereka berdua slaing mendukung dengan baik.
Ada teman saya lagi, sudah pacaran belasan tahun pula. Mereka pacaran dari umur 15 tahun. Dan menikah saat cowoknya berusia 30, dan ceweknya 28. Sekarang bahagia dan sudah punya anak.

So??? Ngga ada masalah dengan lama pacaran. Yang penting kualitas. Ecieee.. Hahaha..
Yang sudah lama pacaran, kadang itu bisa lupa untuk 'penasaran' lagi. Siapa tahu ada kebiasaan kecil yang ternyata belum pernah kita ketahui. Atau bisa juga ada hal baru yang muncul belakangan ini. Kadang juga bisa sudah keenakan, jadi sudah terlalu tawar. Nah.. Harus ada usaha untuk membangkitkan excitement itu lagi. 
Saya pernah baca, kalau cinta itu mungkin ngga bertahan lama. Tapi perhatian, komunikasi, dan kebiasaan bersama itu yang akan selalu merekatkan dan bahkan tidak dapat digantikan.

Coba aja dengar lagi lagunya Escape (the Piña Colada Song)  itu benar-benar menggambarkan kejemuan dalam suatu hubungan yang sudah lama. Tanpa mereka satu sama lain sadari, kalau mereka punya satu kesamaan dalam hal gila. Ya sudah terlalu lama bersama, sehingga semua dianggap biasa. Lupa akan rasanya penasaran. ;) 

Ah sudahlah.. Malam begini saya malah ngelantur tentang cinta. Saya kembali dulu ke Australia vs Holland yang super seru ini ya. 






Saturday, May 24, 2014

Toraja in frames, by Heru Raya Kandari.

A friend of mine, Heru Raya Kandari.
He was a college friend and we gathered together in Print and Online Journalism concentration,
Later, when we graduated, he added me on Path.
His Path's posts serve us the great photograph of his environment.

Here are some of them.
Toraja in frames. By Heru Raya Kandari. Pict by eva tarida. Evatarida.



I've told him to make a personal website as a home for his awesome photographs.
Here is his twitter: https://mobile.twitter.com/herukandari @herukandari.

Well.. Just wanna show this off. 

Friday, May 09, 2014

Mini Open House dengan Pak Boss

Kali ini, isi posting saya ini adalah tentang mini Open House yang pernah terjadi dengan VP Sales kami, Bapak Hadrianus Setiawan.
Lokasinya keren, di Chakra, The Breeze, BSD
Open House ini lebih ke arah sharing dan tanya-jawab mengenai apapun.
Hari itu, beliau share mengenai investasi. Investasinya berupa saham dan properti.

Walaupun menjabat sebagai VP Sales di PT. Unilever Indonesia, Tbk., Pak Hadrianus memberikan kesan santai dan relax. Sehingga kami ini (saya khususnya) yang merupakan anak baru, merasa segan, dan juga nyaman untuk ikut serta duduk di jajaran Bapak-Ibu yang sudah belasan (puluhan bahkan) tahun bekerja di Unilever Indonesia.

Mengenakan kemeja batik santai dan celana blue jeans, Pak Hadrianus memulai sharingnya dengan memperkenalkan dirinya. Beliau sarjana Teknik. Bahkan sudah meraih S2. "Orang-orang kaya kita ini, sudah kuliah tinggi-tinggi eeh.. rupanya akhirnya malah jualan sabun. Suka lagi dengan kerjaan itu. hahahaa..." Guraunya sambil menyalakan sebatang rokok. Celetukannya cukup banyak dan mampu mencairkan suasana.
Tak hanya tentang dirinya, beliau juga meminta kami satu persatu memperkenalkan diri. Mulai dari nama, divisi, sampai hal-hal yang dibanggakan selama bekerja di Unilever Indonesia.

Sebagai VP Sales, jabatan beliau ada 3 tingkat di atas saya (tiap tingkat itu ada sub-tingkatnya lagi... fyuuhh), jadi bisa dibilang cukup jauh lah dari saya yang benar-benar baru berseragam cokelat ini. Namun, beliau dapat langsung mengenali saya yang merupakan 'wajah baru' bagi beliau. Hebatnya lagi, tiap bapak-ibu yang memperkenalkan diri, beliau dapat mengingat ada kejadian seru apa yang beliau alami dengan adanya orang tersebut. Mungkin ini bisa jadi salah satu tips untuk mengingat seseorang. Ingatlah kejadian yang unik bersama seseorang, maka saat bertemu lagi, kenangan itu bisa menyeruak muncul (ceileee.... bahasanyaaa).

Oke, straight to the point
ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diyakini dulu oleh kita:
Yang terutama: Percaya Tuhan Melindungi

1. Bekerja Sebaik-baiknya
    Hal ini diletakkan jadi nomor 1, bukan hanya asal saja. Tapi ini perlu supaya kita menjadi orang yang bekerja dengan baik, sehingga kita punya fix income tiap bulan, yang membuat kita bisa lebih leluasa untuk 'bermain uang' dalam arti yang positif tanpa khawatir. Misalnya saja, kita akan melakukan investasi saham di suatu stock. Andaikata tiba-tiba nilai saham tersebut turun drastis, tentu kita akan bingung. Tapi, kita tidak akan depresi, karena kita masih punya pekerjaan. Coba kalau kita nggak punya pegangan lain, dan hanya bergantung dari nilai tukar saham.. Bisa dibayangkan kan gimana stressnya...

2. Manage Your Wealth
    Triknya untuk point ini adalah dengan me-manage lifestyle kita. Kecenderungan manusia itu, lifestyle akan meningkat seiring dengan meningkatnya income. Padahal, lifestyle ini yang harus dijaga. Karena bila suatu saat income menurun, belum tentu lifestyle juga menurun. Karena itu, prinsip 'beli yang diperlukan, bukan yang diinginkan' itu sangat benar dan kudu diamalkan.
     Gaji yang tinggi tidak berarti kaya. Karena kekayaan itu bisa dimanage. Seseorang yang punya gaji 2x lipat dari Anda, belum tentu punya kekayaan lebih banyak daripada Anda. Hal ini mengingatkan saya pada teman main saya, Boby Iryawan. Dia adalah contoh nyata dari pernyataan barusan. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena ada satu ketika saat kami baru mulai bekerja. Gaji saya itu 1,5x lebih besar daripada Boby. But guess what, suatu hari, malah saya ini yang pinjam duit ke Boby karena saya hampir kehabisan uang di tengah bulan. Dan, saat saya berjibaku kehabisan uang gara-gara memuaskan keinginan saya sendiri, Boby malah bisa meminjami saya uang, dan mencicil Kulkas serta TV baru untuk mamanya.

3. Make Your Savings Work Harder for You
    Ini berkaitan dengan memiliki portfolio yang benar untuk investasi. Ketahui dengan baik, perusahaan mana yang kita ingin join dalam sahamnya. Saya sendiri sih super awam perihal saham ini. Tapi, tips dari Pak Hadrianus adalah kita harus fokus. cari yang sustain. Saham blue chips adalah salah satu contoh pembelian saham yang cukup mudah dan aman. Kecenderungan saham blue chips itu naik-turunnya mengikuti national issue. Jadi, bisa lumayan 'terbaca'. Selain itu, satu hal yang harus diingat, uang yang kita tanamkan untuk saham, usahakan adalah 'uang parkir' alias uang yang kalau (amit-amit) ada kenapa-kenapa, kita masih bisa legowo.. The thing is, ketahuilah kemampuan dan keberanian diri sendiri. Karena, bermain saham unutk tiap orang itu berbeda-beda.

Itu tadi hal-hal beratnya. Haha.. Menurut saya sih berat, karena saya sangat nggak terbiaasa ngomongin hal-hal perekonomian.

Beberapa hal yang juga Pak Hadrianus share sebagai beberapa tips beliau dalam menjalani hidup:
1) Think positive all the time --> Ini penting untuk tetap menjaga mood hidup kita cerah. Dengan selalu berpikir positif, kita akan cenderung lebih mantab dalam menjalani hari-hari. Ini juga membantu kita untuk berpikir lebih cerah.

2) Don't sweat small stuff --> Seperti kisah seorang bapak dan anaknya yang berjalan dengan membawa keledai, seperti itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Akan selau ada nada minor dalam tiap keputusan yang kita ambil. Yang terpenting, kita harus tahu mana yang terbaik untuk kita. Bisa dibilang, selama keputusan kita ini tidak melanggar aturan, dan tidak menyakiti orang lain, dan kita mampu, just do it.

3) Shit happens! --> Masalah pasti ada! yang terpenting adalah mengontrol emosi. Manusia itu bukan hewan. Kita ini manusia yang bisa mengontrol emosi. Don't be a grumpy person.

4) "Before die, there are 2 things that we must accomplished. The first one is to forgive others. Forgive all disappointment. The second one, is the hardest. It's that we have to forgive ourselves." Dua hal ini sangat penting dilakukan untuk memiliki dan menjalani hidup yang lebih baik.

Nah, demikian sedikit summarize dari hasil open house yang singkat namun sarat makna dengan Bapak Hadrianus Setiawan.

Semoga bisa menjadi pencerahan unutk kita semua :)


Saturday, May 03, 2014

Turn Back Time

If I could turn back the tine.
Or
If I had the chance to use the time machine.
I would chose the year 2006. 
When Italy won the World Cup, and I first met you.
And try my best to not fell in love with you.
Then, live my whole new life.