Friday, November 12, 2010

Danau Toba

Danau Toba. Sumber: http://www.facebook.com/group.php?gid=139246489429935&v=wall&so=45#!/group.php?gid=139246489429935&v=wall
 
Kalau memang orang Indonesia, judul saya di atas tentu bukan hal yang asing di telinga. Bahkan di mata. 
Danau Toba, sebuah danau Vulkanik yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Ukurannya luas, 100km x 30km sehingga dinobatkan sebagai danau terbesar di Asia Tenggara. Kedalamannya kurang lebih 450 meter, dan terletak 906 meter di atas permukaan laut.
Yang membuat Danau Toba makin unik adalah terdapatnya sebuah pulau vulkanik di tengah-tengah Danau tersebut, Pulau Samosir.

Tak sedikit wistawan domestik maupun asing yang tertarik berkunjung ke Danau tersebut. 
Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias. 

Terdapat tujuh kabupaten di sekeliling Danau Toba, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Berangkat dari sebuah kalimat sngkat dalam jejaring sosial yang mengatakan kalau Danau Toba berasal dari letusan Gunung Berapi yang sangat dahsyat hingga mengakibatkan perubahan iklim dunia, saya pun penasaran dan memulai proses pencarian di mesin-mesin pencari.

Danau Toba

LETUSAN GUNUNG BERAPI
73.000-75.000 tahun yang lalu adalah perkiraan ledakan sebuah supervolcano atau gunung berapi super yang menyebabkan terjadinya Danau Toba.
Menurut Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University, bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung supervolcano tersebut sebanyak 2.800 km3, dengan 800km3 batuan Ignimbrit dan 2.000 km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke Barat selama dua minggu.
Debu vulkanik yang tertiup angin tersebut menyebar hingga separuh bumi, dari Cina hingga Afrika Selatan. Letusannya sendiri terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10KM di atas permukaan laut.

AKIBATNYA?
Kematian massal dan kepunahan beberapa spesies pun terjadi di masa ketusan ini. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga mengakibatkan menyusutnya jumlah manusia hingga angka 60% dari jumlah populasi saat itu, sekitar 60 Juta manusia.
Satu hal akibat yang ditimbulkan, walaupun masih jadi perdebatan para ahli adalah terjadinya zaman es.
Setelah letusan itu terjadi, terbentuklah Kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi Danau Toba yang kita kenal sekarang ini. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

KISAH BERIKUTNYA
Tim Peneliti Multidisiplin Internasional, dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat, bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli Geologi di Selatan dan Utara India. Pada situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan Gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu. Serta adanya bukti tentang kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal, sumber letusan berada 3.000 mil dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari Universitas Oxford Amerika itu meneliti proyek ekosistem di India untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah seluas ribuan hektare ini rupanya hanya padang rumput (Sabana). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim peneliti tersebut pun menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan Gunung Berapi purba.

Penyebaran debu Gunung berapi tersebut sangat luas,dan ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan pun mengarah ke Gunung Toba karena ditemukannya bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2.100 titik. Mulai dari Kaldera kawah yang kini telah menjadi Danau Toba di Indnesia hingga 3.000 mil dari sumber letusan.
Yang cukup mengejutkan, penyebaran debu tersebut rupanya terekam hingga Kutub Utara. Hal ini dapat memberi gambaran para ahi (bahkan kita yang awam), betapa dahsyatnya letusan Supervlcano Toba saat itu. Bukti-bukti yang ditemukan, memperkuat dugaan, bahwa kekuatan letusan dan gelombang lautnya sempat memusnahkan kehidupan di Atlantis.

Source: sumber 1 dan sumber 2  

1 comment:

  1. karna kamu orang batak jadi kamu pasti pernah ke danau toba kan ya?makanya kamu menulis ttg hal ini? :-)

    ReplyDelete

thank's for the comments....
always keep in touch.. okay!!