Saturday, September 20, 2008

Just A Reflection


















aq nulis blog ini sambil dengerin lagu-lagu dari playlist yang aq atur sendiri sesuai dengan selera dan moodku saat ini..
lagu-lagu beberapa tahun ke belakang, bahkan belasan hingga puluhan tahun lalu yang memang sangat mengasyikkan untuk didengarkan dalam malam yang sepi dan agak pengap seperti sekarang ini.
biar pun ada pendingin ruangan yang terus menyemburkan angin sejuk ke seluruh ruangan, tapi tetap saja belum bisa mengalahkan udara pengap hasil ulah manusia ini.

kenapa hasil ulah manusia?
yap! walau dunia ini buatan Tuhan -dari segala perspektif yang Anda masing-masing yakini- tapi setiap jengkal manusia yang berpijak di atasnya dan merengguk kehidupan lah yang memutuskan ke arah mana bumi berputar! bukan secara ilmiah harafiah tentunya..:)

salah satu lirik lagu yang baru saja terdengar di telingaku melalui handsfree adalah "...and you'll never live until you love with all your heart and soul..."

well.. satu baris lirik yang mungkin sudah bisa ditebak berasal dari boyband laris di eranya.
memang simpel.. tapi artinya cukup susah untuk dijalani.
...dan kamu tidak akan pernah hidup, sampai kamu benar-benar mencintai dengan seluruh hati dan jiwamu...
kira-kira seperti itulah arti simpel yang bisa aq tangkap.
kalau memang kalimat sepenggal itu adalah esensi bagaimana kita hidup seharusnya, kelihatannya, ga ada satu nyawa pun yang benar-benar hidup di belahan dunia mana pun dari globe ini.

makin malam, aq malah makin ga bisa tidur.
karena kesibukan akhir-akhir ini baik urusan akademis, non akademis, urusan di luar kampus yang cukup menyita waktu dan tenaga membuat aq berpikir mengenai kehidupan.
bukan kehidupan orang-orang di dunia ini, bukan kehidupan anak-cucu, dan lain sebagainya!
tapi kehidupanku sendiri!
iya!
bukan bermaksud egois!
tapi memang aq juga harus memikirkan kehidupanku sendiri, kan?
daripada teriak kanan kiri muka belakang tentang isyu-isyu tetek bengek yang lagi ramai dibicarakan dunia ini, mending sedikit noleh ke diri kita sendiri dulu, lah.
aq ga memaksa semua orang untuk lihat diri sendiri saja dan berhenti mikirin dunia. Aku hanya memberi tahu satu langkah, satu kegiatan, satu tolehan baru sebelum menjalani hal yang lebih besar.

ikut repot dalam membantu persiapan kakak kekasihku membuatku teringat lagi akan pengalaman beberapa waktu lalu, saat sahabat tercintaku kehilangan ayahandanya.
di usia yang belum terlalu senja, beliau sudah dipanggil meninggalkan dua anak dan satu istri.

i can imagine that into me.
not this time.

i love my daddy too much.
i can cry while writing this statement!
i am..crying!


it's kinda outta topic, but i just wanna write it down here just for a stealing sentences for me. okay?

sungguh!
setelah itu, melihat bagaimana repotnya persiapan menuju ikrar janji suci, plus perkara adat yang ruwet, plusssss rewelnya pihak2 keluarga yang ingin semua pendapat mereka disetujui untuk digunakan dalam acara, baik adat, pemberkatan, sampai resepsi!
oh, give me a break! why don't you guys who get married?????

lantasss apa hubungannya beberapa paragraf terakhir dengan paragraf2 awal tadi?
yap!
karena aku merasa 20 tahun hidupku yang sudah aku jalani ini seakan hanya berjatah satu hari saja.
alias... lewat gitu aja!

sepertinya semua terjadi begitu saja dalam satu tepukan tangan dan whalha.. here i am! 20 years old, and..... just it! mensch!
aq harusnya lebih awake lagi kalau 2 tahun lagi, jatah studi 4 tahunku dalam program strata 1 sudah habis!(ga boleh nambah! kalau kurang dari itu ga masalah!;) )
setelah itu, aq sudah masuk dunia kerja yang mengharuskan aq menerapkan segala ilmu dan pengalamanku sebelumnya, atau malah ga perlu sama sekali.
kemudian, memantapkan diri untuk maju ke jenjang relationship berikutnya, baik dengan yang sekarang mendampingiku (kalau lanjut terus) atau dengan pendamping baru yang memberi warna baru dalam hidup (atau mungkin sama saja).
kemudian, ada fase baru dalam hidup yang dinamakan memasuki posisi baru dalam kehidupan wanita. ibu. yup! normally, we will be a mom someday!
kemudian, membesarkan buah hati dengan segala kasih sayang sambil memikirkan metode pembelajaran dininya, gizinya, sampai ancaman2 di luar sana yang tidak boleh merusak apapun dari darah daging ini akan memenuhi otak dan menguras segalanya -materi dan non materi- kemudian...
apa lagi?

atur sendiri, lah..
kita sudah bisa tahu ke mana arahnya ini nantinya.

point is..
aq mau menjalani hidup yang sebenarnya tanpa melewatkan 1 keping moment pun. beranjak dari aq sendiri yang hampir tidak sadar menjalani kehidupan dan tiba-tiba sudah masuk kepala 2 ini, aku ga mau semuanya akhirnya jadi sia-sia dan hanya penuh penyesalan. walaupun sesal kemudian juga suatu anugerah, tapi ada kalanya sesuatu yang dikatankan anugerah itu akan jadi sangat menyebalkan kalau kita (aku) ga bisa menyikapinya dengan semestinya.

aq ga bisa membayangkkan gimana aku ke depannya dengan sifat yang masih semi- antisosial ini.
apa aku bisa benar2 LIVE kalau aku almost never LOVE WITH ALL MY HEART AND SOUL?

No comments:

Post a Comment

Thank you for dropping your thoughts here!